kampung tengah
Barangkali, setelah pasukan "arek suroboyo" memblokir Jl Tembaan dan Tugu Pahlawan puluhan tahun lalu, cuma Bintoro yang punya semangat cukup besar untuk memblokir ulang jalan (yang menurut saya largest intersection di Surabaya) dan menghiasinya dengan busa sabun tanggal 6 Mei nanti. Trus, kalo ternyata jalan ini gak diblokir.. ya udah.. Di tengah-tengah hujan telpon, pos-l (pos elektronik alias e-mail), korespondensi dari EO, macam-macam invoice dari finance dan mbak Balgis yg manis, masih sempet2nya dia kirim MMS, "Kambing oven, roti maryam, didorong teh jahanam. Lidah bondan tidak berbohong." Gak sopaan!
Biar MMS-nya terkesan resmi, pake ngirim foto sesi penyuluhan segala. *halah* Lalu, supaya agak berbau berita, gue terpaksa nerima MMS yg gak hepi ini *keluh* Padahal maunya dapat gambar-gambar yg adem di mata kayak gini.
Akhirnya dapat juga "raw footage" acara "Jelang Malam" berikut. Gue gak tertarik sama komposisi foto yang kesannya kayak meja bar di pelem jadul "Hawaii Five O" (perhatikan brosur hotel bergambar pohon palem, rokok dan asbak gelas tebal). Gue malah tertarik banget dengan cangkir sopan di samping Heineken itu loh.. Apalagi ditimpa lagu latar "Bunga Terakhir" *wide evil grins*
Besoknya gue gak mau kalah. Sok ambil roll banner dan x-banner yg dipinjemin ke Kesra demi pameran CSR Indonesia di JHCC plus beresin web HWWS ke webmaster-nya menkokesra.go.id, gue bajak
Toni, Santoso dan Pri. Yang terakhir agak males, tapi agak dipaksa karena gue yakin dia sumber tempat makan enak secara dia doyan makan. Setelah mengarungi lautan mobil, ada rumah makan Padang yang nyempil namun dahsyat rasonyo. "I Shall Return," kata laki-laki yang lahir di Addis Abeba ini.
Ternyata, kudapan sore gue kalah jauh dibandingin menu RM Ayen Darmo Permai, Surabaya. Mana sok nawarin, "Doro gorenge, Dit.." (silakan burung daranya). Teganya teganya teganya..
Aryo dan Ali, konon ada sate kambing utk hardcore kambing fanatics di Solo? Yogya? Yang tusukan satenya dari jeruji sepedah! Kalo di Medan, gue pasti absen di dekat Toko Bata Jl. A. Yani. Di Aceh, berhubung ikan Lhoknga tak terbeli en ganti rasa, gue nasgor Jambo Tape ajah. Di Sby.. Karang Binaci Warung Lumayan di poros Surabaya-Probolinggo (kentara selera gue agak "Meduro").
Malang, buat gue cuman Sate Manis di Pasar Besar, soalnya dulu lebih sering makan di rumah ketimbang jajan. Bandung apa ya? Gue jus stroberi di depan FO Uptown aja. Soalnya Bakmi apa tuh, dahsyat tapi jauh. Sartob pasti paling tob (tau banget) soal Bandung. Kalo Serang? Sate Bandeeeng! (kayaknya duluuuu banget ada yang janji nih sama gue..)
-------------------------------------------------------------------------
Background noise: Paint in Black, Rolling Stones..
Image editing by:
No comments:
Post a Comment